Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 10 Mei 2011

Media-media Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN
            Untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal diperlukan berbagai metode maupun media yang mendukung dalam sebuah proses pembelajaran.
Media adalah orang, material, atau kejadian yang dapat menciptakan kondisi sehingga memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan, keterapilan, dan sikap yang baru, dalam pengertian meliputi buku, guru, dan lingkungan sekolah.
Namun untuk hal hal tersebut tidak bisa dikatakan sebagai sesuatu yang mutlak untuk menentukan apakah hasil pembelajaran sudah bisa dikatakan maksimal atau tidak, terkadang pembelajaran dikatan efektif apabila seorang pendidik bisa memotivasi anak didiknya untuk sendiri dirumah, karena belajar ridak hanya terbatas pada kelas.
Dibawah ini akan dibahas tentang pengertian, tujuan penggunaan media dalam suatu pembelajaran.







BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian
Secara etimologi, kata “media” merupakan bentuk jamak dari “medium”, yang berasal dan Bahasa Latin “medius” yang berarti tengah. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kata “medium” dapat diartikan sebagai “antara” atau “sedang” sehingga pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi.[1]
Istilah media mula-mula dikenal dengan alat peraga, kemudian dikenal dengan istilah audio visual aids (alat bantu pandang/dengar). Selanjutnya disebut instructional materials (materi pembelajaran), dan kini istilah yang lazim digunakan dalam dunia pendidikan nasional adalah instructional media (media pendidikan atau media pembelajaran). Dalam perkembangannya, sekarang muncul istilah e-Learning. Huruf “e” merupakan singkatan dari “elektronik”. Artinya media pembelajaran berupa alat elektronik, meliputi CD Multimedia Interaktif sebagai bahan ajar offline dan Web sebagai bahan ajar online.
Berikut ini beberapa pendapat para ahli komunikasi atau ahli bahasa tentang pengertian media yaitu
1.      orang, material, atau kejadian yang dapat menciptakan kondisi sehingga memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan, keterapilan, dan sikap yang baru, dalam pengertian meliputi buku, guru, dan lingkungan sekolah (Gerlach dan Ely dalam Ibrahim, 1982:3)
2.      saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber (pemberi pesan) dengan penerima pesan (Blake dan Horalsen dalam Latuheru, 1988:11)
3.      komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada pembelajar bisa berupa alat, bahan, dan orang (Degeng, 1989:142)
4.      media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan pengirim pesan kepada penerima pesan, sehingga dapat merangsang pildran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa, sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan efektif dan efesien sesuai dengan yang diharapkan (Sadiman, dkk., 2002:6)
5.      alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi, yang terdiri antara lain buku, tape-recorder, kaset, video kamera, video recorder, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer (Gagne dan Briggs dalam Arsyad, 2002:4)
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media pengajaran adalah bahan, alat, maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat berlangsung secara efektif dan efesien sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dicita-citakan.
Tujuan
Sudjana, dkk. menyatakan tentang tujuan pemanfaatan media adalah;
1.      pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi
2.      bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami
3.      metode mengajar akan lebih bervariasi
4.      siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar.[2]
Manfaat
Menurut Sadiman, dkk. (2002:16), media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misalnya;
1.      obyek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film, atau model
2.      obyek yang kecil bisa dibantu dengan menggunakan proyektor, gambar,
3.      gerak yang terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography
4.       kejadian atau peristiwa di masa lampau dapat ditampilkan dengan pemutaran film, video, foto, maupun VCD
5.      objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain
6.      konsep yang terlalu luas (misalnya gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, gambar, dan lain-lain.[3]
Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar perlu direncanakan dan dirancang secara sistematik agar media pembelajaran itu efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Ada beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran;
1.      pemanfaatan media dalam situasi kelas atau di dalam kelas, yaitu media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu dan pemanfaatannya dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas
2.      pemanfaatan media di luar situasi kelas atau di luar kelas, meliputi; 
a)      pemanfaatan secara bebas yaitu media yang digunakan tidak diharuskan kepada pemakai tertentu dan tidak ada kontrol dan pengawasan dad pembuat atau pengelola media, serta pemakai tidak dikelola dengan prosedur dan pola tertentu
b)      pemanfaatan secara terkontrol yaitu media itu digunakan dalam serangkaian kegiatan yang diatur secara sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan untuk dipakai oleh sasaran pemakai (populasi target) tertentu dengan mengikuti pola dan prosedur pembelajaran tertentu hingga mereka dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut
Berdasarkan pendapat tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa seorang guru
dalam memanfaatkan suatu media untuk digunakan dalarn proses belajar mengajar harus memperhatikan beberapa hal, yaitu;
a)      tujuan pembelajaran yang akan dicapai
b)      isi materi pelajaran
c)      strategi belajar mengajar yang digunakan
d)      karakteristik siswa yang belajar.
Karakteristik siswa yang belajar yang dimaksud adalah tingkat pengetahuan siswa terhadap media yang digunakan, bahasa siswa, artinya isi pesan yang disampaikan melalui media harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan berbahasa atau kosakata yang dimiliki siswa sehingga memudahkan siswa dalam memahami isi materi yang disampaikan melalui media. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan jumlah siswa. Artinya media yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan jumlah siswa yang belajar.

Prinsip-prinsip Pemilihan Media
Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut Rumampuk bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah
1.      harus diketahui dengan jelas media itu dipilih untuk tujuan apa
2.      pemilihan media hams secara objektif, bukan semata-mata didasarkan atas kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan atau hiburan. pemilihan media itu benar-benar didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa
3.      tidak ada satu pun media dipakai untuk mencapai semua tujuan. Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan. Untuk menggunakan media dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya dipilih secara tepat dengan melihat kelebihan media untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu
4.      pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan metode mengajar dan materi pengajaran, mengingat media merupakan bagian yang integral dalam proses belajar mengajar
5.      untuk dapat memilih media dengan tepat, guru hendaknya mengenal ciri-ciri dan masing-masing media
6.      pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan kondisi fisik lingkungan.[4]
Adapun faktor faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran yang dapat dipakai sebagai dasar dalam kegiatan pemilihan. Faktor-faktor tersebut adalah
1.      tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2.      karakteristik siswa atau sasaran,
3.      jenis rangsangan belajar yang diinginkan
4.      keadaan latar atau lingkungan
5.      kondisi setempat
6.      luasnya jangkauan yang ingin dilayani[5]
 Karakteristik Audien
Seorang guru terlebih dahulu harus mengenal/memahami karakter siswanya dengan baik agar dalam proses belajar mengajar dapat memilih media yang baik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. Anak didik/siswa dapat diidentifikasi melalui 2 tipe karakteristik, yaitu karakteristik umum dan karakteristik khusus.
Karakteristik umum meliputi umur, jenis kelamin, jenjang/tingkat kelas, tingkat kecerdasan, kebudayaan ataupun faktor sosial ekonomi. Karakteristik khusus meliputi pengetahuan, kemampuan, serta sikap mengenai topik atau materi yang disajikan/diajarkan. Hal ini penting karena langsung berpengaruh dalam hal pengambilan keputusan untuk memilih media dan metode mengajar.[6]






Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini memiliki pengaruh yang besar terhadap belajar sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu, sebaliknya tanpa minat tidak mungkin melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaiatannya dengan sifat-sifat siswa, baik yang bersifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat maupun yang bersifat afektif, seperti motivasi, rasa percaya diri, dan minatnya. [7]
Minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat keefektifan belajar siswa. Jadi, unsur efektif merupakan faktor yang menentukan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.[8]










BAB III
PENUTUP
Simpulan
Istilah media mula-mula dikenal dengan alat peraga, kemudian dikenal dengan istilah audio visual aids (alat bantu pandang/dengar). Selanjutnya disebut instructional materials (materi pembelajaran), dan kini istilah yang lazim digunakan dalam dunia pendidikan nasional adalah instructional media (media pendidikan atau media pembelajaran). Dalam perkembangannya, sekarang muncul istilah e-Learning. Huruf “e” merupakan singkatan dari “elektronik”.
Tujuan penggunaan media dalam pembelajaran adalah pengajaran akan lebih menarik perhatian, bahan pelajaran akan lebih jelas, metode mengajar akan lebih bervariasi.
Faktor faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran
1.      Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2.      Karakteristik siswa atau sasaran
3.      Jenis rangsangan belajar yang diinginkan
4.      Keadaan latar atau lingkungan
5.      Kondisi setempat
6.      Luasnya jangkauan yang ingin dilayani


DAFTAR PUSTAKA
Anastasi, A, 1976, Ilmu Pendidikan, Jakarta: Pustaka Setia.
Ali, Hamdani. 2009. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Setia.
Abu, Ahmad. 2007. Ilmu Pendidkan. Jakara: Rineka Cipta


[1] (AECT, 1977:162).
[2] Sudjana, dkk. (2002:2)
[3] Sadiman, dkk. (2002:16),
[4] Menurut Rumampuk (1988:19)
[5] (Sadiman 2002:82).
[6] (Latuheru, 1998:3).
[7] (Usman, 2002:27).
[8] (James dalam Usman, 2002:27).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar